Latest topics
» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 2)
Wed Dec 07, 2016 2:14 pm by Firman

» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 1)
Fri Dec 02, 2016 2:32 pm by Firman

» SOD Alami
Thu Dec 01, 2016 4:55 pm by Firman

» Mengenal Enzim (Bag. 2)
Sat Nov 26, 2016 10:59 am by Firman

» Mengnal Enzim (bag. 1)
Fri Nov 18, 2016 2:46 pm by Firman

» Tak Perlu Suntik Kolgen , Ada Cara Alami Pertahankannya
Thu Nov 17, 2016 10:19 am by Firman

» Apa Perbedaan Jenis Kolagen?
Thu Nov 10, 2016 10:55 am by Firman

» Sumber Terbaik Omega-3
Fri Nov 04, 2016 2:52 pm by Firman

» Kalium, Sumber, Fungsi, dan Manfaat
Fri Oct 28, 2016 5:19 pm by Firman

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Komplikasi Kencing Manis (Diabetes)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Komplikasi Kencing Manis (Diabetes)

Post  Firman on Fri Jan 29, 2016 3:08 pm

Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.

Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.

Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.

Yang termasuk ke dalam komplikasi ini adalah:

• Infeksi yang sulit sembuh. Diabetesi biasanya lebih mudah terkena infeksi dan lebih susah sembuh. Misalnya, flu, radang paru-paru, atau luka di kaki. Seharusnya, kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh akan dilawan dan dibunuh oleh pertahanan tubuh, yaitu leukosit atau sel darah putih. Tapi, pada diabetesi, saat kadar gula darah tinggi lebih dari 200 mg/dl, kekuatan sel-sel darah putih untuk membunuh kuman menurun. Tak heran jika kuman yang masuk menjadi sulit dibinasakan dan akhirnya terus berkembang biak sehingga infeksi sulit sembuh.

• Koma hiperglikemik. Kadar gula darah yang sangat tinggi disebut hiperglikemik dan bisa menyebabkan koma pada diabetesi. Pada kondisi ini, seseorang bisa menjadi kritis dan tidak sadarkan diri, hidup tapi seperti mati, tapi organ-organ tubuhnya yang lain masih berfungsi dengan baik.

• Koma hipoglikemik. Yang ini cukup unik. Karena, pada koma hipoglikemik, yang terjadi justru kebalikan dari kondisi awal diabetes. Gula darahnya menjadi sangat rendah. Tapi, komplikasi ini terjadi sebagai dampak konsumsi obat-obatan penurun gula darah.

Selain komplikasi akut, ada juga komplikasi menahun atau kronis yang biasanya muncul setelah seseorang menderita diabetes selama 10-15 tahun. Tapi, pada penderita diabetes tipe 2, tak sedikit yang sudah menderita komplikasi kronis sejak awal didiagnosis. Hal ini  karena sebenarnya ia sudah menderita diabetes cukup lama.
Yang termasuk ke dalam komplikasi kronis adalah:

• Masalah pada mata, yakni retinopati, katarak, dan glaukoma. Retinopati adalah kelainan yang mengenai pembuluh darah halus pada retina. Pada kondisi ini, fungsi retina terganggu sehingga dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Sedangkan pada katarak, cahaya tidak sampai pada retina sehingga orang tidak bisa melihat alias buta. Masalah ketiga, glaukoma, terjadi karena meningkatnya tekanan dalam bola mata. Gejalanya adalah rasa nyeri pada mata dan penglihatan berkurang. Kondisi ini juga berbahaya karena bisa menyebabkan kebutaan.

• Komplikasi pada ginjal. Di antara semua pasien cuci darah, mayoritas merupakan komplikasi akut diabetes. Pada diabetesi, kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan darah menjadi kental.  Padahal, ginjal berfungsi membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolis tubuh. Jika darah kental, kumparan-kumparan pembuluh darah halus pada ginjal sulit memfilter darah sehingga zat-zat sisa metabolis itu tidak dapat dikeluarkan dengan baik. Akibatnya, zat-zat itu akan menumpuk dan meracuni tubuh.

Firman

Jumlah posting : 103
Points : 307
Reputation : 0
Registration date : 05.06.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik