Latest topics
» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 2)
Today at 2:14 pm by Firman

» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 1)
Fri Dec 02, 2016 2:32 pm by Firman

» SOD Alami
Thu Dec 01, 2016 4:55 pm by Firman

» Mengenal Enzim (Bag. 2)
Sat Nov 26, 2016 10:59 am by Firman

» Mengnal Enzim (bag. 1)
Fri Nov 18, 2016 2:46 pm by Firman

» Tak Perlu Suntik Kolgen , Ada Cara Alami Pertahankannya
Thu Nov 17, 2016 10:19 am by Firman

» Apa Perbedaan Jenis Kolagen?
Thu Nov 10, 2016 10:55 am by Firman

» Sumber Terbaik Omega-3
Fri Nov 04, 2016 2:52 pm by Firman

» Kalium, Sumber, Fungsi, dan Manfaat
Fri Oct 28, 2016 5:19 pm by Firman

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Kenali Jenis Pemanis Buatan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kenali Jenis Pemanis Buatan

Post  Firman on Wed Nov 11, 2015 10:27 am

Terdapat berbagai pemanis buatan maupun pemanis alternatif yang dapat ditemukan dalam berbagai macam produk makanan serta minuman.

Pemanis adalah bahan makanan yang digunakan untuk menimbulkan rasa manis baik diperoleh dari bahan alami maupun buatan. Pemanis termasuk dalam bahan tambahan pangan atau aditif. Aditif makanan ini sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk menambah atau memperbaiki rasa manis.

Pada awalnya pemanis buatan memang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi para penderita diabetes atau produk pangan yang rendah kalori. Namun, pemanis buatan ini kini juga sudah mulai banyak digunakan masyarakat yang tidak menderita diabetes. Meskipun begitu, jumlah yang boleh dikonsumsi tetap terbatas baik bagi penderita diabetes atau bukan adalah sama.

Beberapa jenis pemanis buatan di pasaran adalah:

1. Aspartam. Dikenal dengan sebutan gula jagung. Aspartam adalah gula diet yang penggunaannya disetujui oleh badan pengawasan obat dan makanan Amerika atau FDA (Food and Drugs Administration) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia (BPOM).  Pemanis buatan ini merupakan senyawa metil ester dipeptida yaitu L fenilalanin metil ester dengan tingkat kemanisan kira-kira 160-200 kali kemanisan gula sukrosa. Diantara semua pemanis yang tidak berkalori hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Proses pencernaannya mirip proses pencernaan protein lain, yaitu dipecah menjadi komponen dasar dan dibuang sehingga tidak terakumulasi dalam tubuh.
Tips: Pemanis buatan seharusnya hanya digunakan untuk penderita diabetes melitus atau penderita yang memerlukandiet rendah kalori. Jadi bukan untuk semua orang.
Jika Anda memang harus menggunakan pemanis buatan, maka penggunaannya sebaiknya  untuk 2 kali minum teh atau kopi saja karena batas dosis anjuran penggunaan yang disarankan hanya 40 mg per kg berat badan.

2. Sakarin. Sakarin adalah pemanis tidak berkalori. Pemanis ini sesungguhnya tidak dimetabolisme oleh tubuh sehingga aman digunakan. Sakarin merupakan senyawa benzosulfamida. Keunggulan dari senyawa ini mempunyai tingkat kemanisan kira-kira 300-500 kali dibandingkan dengan gula. Sama dengan aspartame, senyawa ini bukan merupakan sumber kalori sebagaimana gula pasir sehingga kerap digunakan untuk mereka yang menjalani diet rendah kalori. Kelemahannya, senyawa ini labil pada pemanasan sehingga mengurangi tingkat kemanisannya. Disamping itu sakarin kerap kali menimbulkan rasa pahit ikutan (after taste) karena ketidakmurnian bahannya.
Tips: FDA memperkirakan bahwa pemakaian sakarin yang aman adalah 50 mg per orang per hari. Dosis sakarin yang disarankan sebesar 5 mg per kg berat badan per hari.

3. Asesulfam Potasium. Tingkat kemanisan Asesulfam potassium sekitar 200 kali dibanding dengan sukrosa atau gula. Kelebihannya, mempunyai sifat stabil pada pemanasan dan tidak mengandung kalori. Selain itu, asesulfam potassium dapat meningkatkan derajat kemanisan makanan bila dicampur dengan pemanis lain. Pastinya pemanis ini akan dikeluarkan melalui urin tanpa mengalami perubahan.
Tips: Karena tingkat kemanisannya yang tinggi, penggunaan asesulfam sebaiknya dibatasi dalam dosis yang kecil. Apalagi penggunaan asesulfam sering dikombinasikan juga dengan pemanis lain.

4. Sukralosa. Sukralosa merupakan derivate dari sukrosa, mempunyai tingkat kemanisan kurang lebih 600 kali sukrosa. Sejauh ini sukralosa masih dinyatakan aman, dengan nilai maksimal 10 mg per kg berat badan, meskipun pada kenyataannya sukralosa dalam metabolismenya menghasilkan senyawa yang tidak lagi aman bagi manusia. Pemanis ini tidak diserap secara baik oleh tubuh dan akan dikeluarkan melalui urin hampir tanpa perubahan. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Karena tingkat kemanisannya yang tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan juga sangat sedikit.

6.    Sorbitol (Sorbitol)
Merupakan monosakarida (glukosa) dengan derajat kemanisan 0,5-0,7 kali gula pasir. Sorbitol juga bisa menjadi humektan, pengental, dan mencegah terbentuknya kristal pada sirup. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi. Dapat digunakan untuk produk bagi penderita diabetes dan diet rendah kalori. Konsumsi sorbitol perhari > 50 g akan berefek laksatif.
Nilai Kalori: 2,6 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan .
ADI (Acceptable Daily Intake) adalah batasan jumlah suatu bahan atau zat yang dapat dikonsusmi perkilogram berat badan per hari seumur hidup tanpa suatu resiko)

7.    Isomalt (Isomalt)
Dibuat  dari sukrosa (gula pasir) dan merupakan campuran dua disakarida alkohol: gluko-manitol dan gluko-sorbitol. Mempunyai derajat kemanisan 0,45 – 0,65 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi, tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah penderita diabetes tipe I dan II.
Nilai Kalori: >2 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

8.    Maltitol (Maltitol)
Dibuat dengan cara hidrogenasi maltosa yang diperoleh dari hidrolisis pati. Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,9 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi, tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah penderita diabetes tipe I dan II.
Nilai Kalori: 2,1 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

9.    Silitol (Xylitol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat  kemanisan 1 kali  gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi.
Nilai Kalori: 2,4 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

10.    Manitol (Manitol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,5-0,7 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Dapat digunakan sebagai pengganti gula untuk produk bagi penderita diabetes. Konsumsi manitol perhari > 20 g akan berefek laksatif.
Nilai Kalori: 1,6 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

11.    Laktitol (Lactitol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,3-0,4 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman.Tidak menyebabkan karies gigi dan aman digunakan untuk produk khusus penderita diabetes.Konsumsi laktitol perhari > 20 g akan berefek laksatif.
Nilai Kalori: 2 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

12.    Eritritol (Erythritol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,7 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman.Lebih dari 90% eritritol yang diserap usus halus dikeluarkan melalui urine tanpa perubahan dalam kurun waktu 24 jam.Tidak menyebabkan karies gigi, tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan insulin penderita diabetes.
Nilai Kalori: 0.2 kkal/gram
ADI: 1 g/kg berat badan


13.    Neotam (Neotame)
Merupakan jenis pemanis turunan aspartam dengan derajat kemanisan yang sangat tinggi, yaitu 7.000 – 13.000 kali gula pasir. Penambahan neotam pada konsentrasi tertentu dapat menghilangkan rasa pahit, rasa mentah, dan rasa beany (kacang-kacangan) dari produk kacang kedelai. Beberapa studi mengenai neotam telah aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek mutegenik, teratogenik, karsinogenik, ataupun sistem reproduksi. Selain itu, neotam dapat dimetabolisis oleh tubuh dan tidak akan terakumulasi di dalam tubuh karena akan dikeluarkan melalui urin atau feses.
Nilai Kalori: 0 kkal/gram
ADI: 0 – 2 mg/kg berat badan

Firman

Jumlah posting : 103
Points : 307
Reputation : 0
Registration date : 05.06.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik