Latest topics
» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 2)
Wed Dec 07, 2016 2:14 pm by Firman

» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 1)
Fri Dec 02, 2016 2:32 pm by Firman

» SOD Alami
Thu Dec 01, 2016 4:55 pm by Firman

» Mengenal Enzim (Bag. 2)
Sat Nov 26, 2016 10:59 am by Firman

» Mengnal Enzim (bag. 1)
Fri Nov 18, 2016 2:46 pm by Firman

» Tak Perlu Suntik Kolgen , Ada Cara Alami Pertahankannya
Thu Nov 17, 2016 10:19 am by Firman

» Apa Perbedaan Jenis Kolagen?
Thu Nov 10, 2016 10:55 am by Firman

» Sumber Terbaik Omega-3
Fri Nov 04, 2016 2:52 pm by Firman

» Kalium, Sumber, Fungsi, dan Manfaat
Fri Oct 28, 2016 5:19 pm by Firman

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


Mengenal Obesitas Dan Resiko Terhadap Kesehatan (bag 1)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mengenal Obesitas Dan Resiko Terhadap Kesehatan (bag 1)

Post  Firman on Sat May 03, 2014 3:07 pm

Akhir-akhir ini  obeisitas menjadi santer dibicarakan di media massa setelah kematian artis dan komedian Indonesia Ade Namnung. Kini masalah ini menjadi masalah global yang ditakutkan oleh sebagian besar orang yang memiliki berat badan yang berlebihan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali pada tahun 2005 sekitar 1,6 miliar orang dewasa di atas usia 15 +  kelebihan berat badan, setidaknya 400 juta orang dewasa menderita obesitas dan setidaknya 20 juta anak di bawah usia 5 tahun kelebihan berat badan. ini terus berlangsung pada tahun 2015 sekitar 2,3 miliar orang dewasa akan kelebihan berat badan dan lebih dari 700 juta akan obesitas.

Jumlah penderita obesitas (kegemukan) di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Maraknya gaya hidup tak sehat dianggap sebagai salah satu penyebab utama kenaikan obesitas tersebut.
"Dari data yang kami lihat, dibanding negara Asia Osenia lain, jumlah penderita obesitas di Indonesia tak tinggi. Tetapi setiap tahun angkanya meningkat dengan prevalensi (angka kejadian kasus) mencapai 20 persen," kata Direktur Jenderal Pengendallian Penyakit dan Penyehatan lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam seminar "7th Asia Oceania Conference of Obesity.

Penyebab obesitas

Obesitas biasanya terjadi jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada yang dibakar. Dalam kata lain, makan terlalu banyak dan berolahraga terlalu sedikit. Namun, selain itu terdapat beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan obesitas, yaitu:

Faktor Genetik
Obesitas cenderung terjadi dalam keluarga, atau secara keturunan. Jika salah satu orang tua memiliki berat badan berlebihan, maka sang anak juga memiliki resiko besar mengalami hal serupa. Memang tidak pasti, namun kecenderungan tersebut ada dan sering tampak dalam kehidupan dan lingkungan kita sehari-hari. Sebuah penelitian mengatakan bahwa jika ibu biologis mengalami obesitas, maka keturunannya memiliki peluang 75% mengalami obesitas juga.

Faktor Usia
Semakin tua, kemampuan tubuh seseorang untuk memetabolisme makanan akan melambat, sehingga tubuh tidak membutuhkan terlalu banyak kalori untuk mengontrol berat badannya.

Faktor Gender
Wanita cenderung mudah mengalami obesitas dibandingkan pria. Hal tersebut disebabkan karena pria memiliki tingkat metabolisme lebih tinggi daripada wanita, bahkan ketika beristirahat/tidur. Itu artinya pria membutuhkan lebih banyak kalori untuk tubuhnya. Sebagai tambahan, ketika wanita memasuki masa menopause tingkat metabolismenya semakin menurun. Karena itu cukup banyak wanita yang menjadi lebih gemuk setelah menopause.

Faktor Lingkungan
Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga memegang pengaruh besar terhadap obesitas. Faktor lingkungan meliputi pola hidup atau kebiasaan sehari-hari, seperti apa yang dia konsumsi atau seberapa aktif seseorang setiap harinya.

Aktivitas Fisik
Seseorang yang aktif secara fisik membutuhkan lebih banyak kalori daripada orang yang kurang aktif. Orang yang setiap harinya selalu aktif secara fisik akan membakar lebih banyak kalori, dan bahkan akan menggunakan lemak tubuh sebagai energi jika kalori dalam tubuhnya tidak mencukupi.

Obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat-obatan juga bisa menyebabkan berat badan meningkat secara berlebihan, seperti steroid dan beberapa jenis obat antidepresan.

Pengukuran obeisitas

Cara menghitungnya adalah dengan memakai dua variabel berupa (1) berat badan dalam kilogram dan (2) tinggi badan dalam meter. Rumusnya sebagai berikut:

IMT: BB (kg) / TB x TB (m)


Contoh:
BB: 85 kg
TB: 170 cm

IMT: 85 kg / 1.7 m2
: 85 kg / (1.7 m X 1.7 m = 2.89 m)
: 29.4 kg/m2

Berikut adalah klasifikasi internasional berdasarkan nilai yang diperoleh dari perhitungan rumus IMT (Indeks Massa Tubuh):
Kurang: < 18.5 kg/m2
Normal: 18.5 - 24.9 kg/m2
Berlebih: 25.0 - 29.9 kg/m2
Obes: > 30 kg/m2

Firman

Jumlah posting : 103
Points : 307
Reputation : 0
Registration date : 05.06.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik