Latest topics
» Bahaya Logam Berat Bagi Kesehatan ( Bag 1)
Yesterday at 2:32 pm by Firman

» SOD Alami
Thu Dec 01, 2016 4:55 pm by Firman

» Mengenal Enzim (Bag. 2)
Sat Nov 26, 2016 10:59 am by Firman

» Mengnal Enzim (bag. 1)
Fri Nov 18, 2016 2:46 pm by Firman

» Tak Perlu Suntik Kolgen , Ada Cara Alami Pertahankannya
Thu Nov 17, 2016 10:19 am by Firman

» Apa Perbedaan Jenis Kolagen?
Thu Nov 10, 2016 10:55 am by Firman

» Sumber Terbaik Omega-3
Fri Nov 04, 2016 2:52 pm by Firman

» Kalium, Sumber, Fungsi, dan Manfaat
Fri Oct 28, 2016 5:19 pm by Firman

» Manfaat Betakaroten
Fri Oct 21, 2016 4:35 pm by Firman

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Luxor Indonesia Forum on your social bookmarking website


SEKILAS INFO MINERAL KROMIUM

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

SEKILAS INFO MINERAL KROMIUM

Post  sendi on Wed Mar 07, 2012 1:09 pm


Pada tahun 1957 peneliti Schwarz dan Mertz melaporkan bahwa telah ditemukan suatu komponen dalam zat makanan yang dikenal dengan faktor toleransi glukosa (GTF) yang mengandung mineral kromium sebagai komponen aktifnya. Pada tahun 1959 penelitian mengenai kromium dilakukan secara lebih mendalam lagi melebihi penelitian mineral-mineral lainnya. Fungsi utama kromium ialah untuk meningkakan aktifitas insulin dalam metabolisme glukosa dan untuk mempertahankan kecepatan transpor glukosa dari darah ke dalam sel. Kromium juga berperan dalam mengaktifkan kerja beberapa enzim dan memegang peranan penting dalam metabolisme protein dan lemak.Defisiensi kromium adalah terganggunya toleransi glukosa.

Terganggunya toleransi glukosa seperti yang diungkapkan oleh dr. Royke E Burhan dalam topik Diabetes di forum ini beberapa waktu yang lalu pernah diulas dengan lengkap dan jelas mengenai kromium, diabtes dan penanganannya kali ini saya posting kan kembali untuk menyegarkan dan mencerahkan kita semua untuk lebih waspada terhadap diabetes dan penangannya secara tepat

DISKUSI DIABETES : oleh Dr. Royke pada forum Juli 2008.
Saat ini pengobatan diabetes telah berobah secara radikal. Dahulu, pengobatan diabetes dimulai dengan pengaturan pola makan. Bila tidak berhasil, penderita dianjurkan untuk berolah raga. Bila diet dan olah raga tidak berhasil, dimulailah pemberian obat (Obat Anti Diabetes Oral – OAD = Oral Anti Diabetic). Oral (mulut), berarti obat yang di telan. Bila dengan tambahan OAD baik satu jenis maupun lebih dari satu jenis tetap tidak menunjukkan hasil maka dilakukan pemberian Insulin.
Sekarang, suntikan Insulin sudah merupakan pengobatan first line. Food and Drug Administration (Balai POM-nya USA) sudah menyetujui hal tersebut. Perubahan ini didasari pada teori yang berkembang saat ini dengan berdasar pada pengetahuan tentang penyebab diabetes yaitu : resistensi insulin (insulin tidak bekerja dengan optimal) hingga memicu sel beta páncreas menghasilkan lebih banyak insulin yang akhirnya menimbulkan kelelahan pada sel beta hingga akhirnya terjadi disfungsi dan kerusakan yang kemudian berakibat pada turunnya jumlah insulin yang dihasilkan. Para ahli kemudian merekomendasikan pemberian insulin sesegera mungkin begitu diagnosa diabetes ditegakkan dengan tujuan mengistirahatkan sel beta dengan maksud supaya disfungsi dan kerusakannya tidak berlanjut dan dengan berjalannya waktu maka sel beta yang rusak dapat memulihkan dirinya sendiri. Ini dinamakan Beta cell rest Theory.
Menurut saya, yang terutama harus menjadi perhatian adalah resistensi insulin. Mengapa ? Karena sebelum terjadi sesuatu apapun pada sel beta pancreas, dasar pertama kearah diabetes adalah resistensi insulin. Resistensi insulin timbul akibat tidak terjadinya ikatan insulin dengan reseptornya. Seperti diketahui, gula di dalam darah bisa diambil oleh organ yang membutuhkan melalui pekerjaan insulin yang berikatan dengan reseptor.
Kadar gula darah akan meningkat (Hiperglikemia) bila terjadi resistensi insulin. Kadar insulin juga akan meningkat (hiperinsulinemia) karena sel beta memproduksi lebih banyak insulin sebagai kompensasi dari naiknya gula darah. Hiperinsulinemia menjadi penyebab dari sindroma metabolik yang antara lain ditandai dengan :
- hiperinsulinemia
- kegemukan
- dislipidemia (tingginya lemak darah, seperti kolesterol, LDL dan trigliserida dan rendahnya HDL)

Jeli Gamat, dengan kandungan kromium merupakan jawaban yang tepat. Sejak tahun 1950-an, pada hewan, telah diketahui bahwa kromium berperan pada metabolisme gula, namun baru pada tahun 1970-an diketahui perannya pada manusia. Kromium memperpanjang kerja insulin dan memperbaiki pengikatan insulin dengan reseptor. Dengan demikian jeli gamat, sekali lagi, merupakan jawaban yang tepat untuk mengatasi resistensi insulin.
Bagaimana jika pada individu tertentu resistensi insulin sudah menimbulkan disfungsi dan kerusakan sel beta? Tetap jeli gamat jawabannya. Mengapa ? Kadar insulin mereka, meskipun sedikit, tetap diperbaiki kinerjanya oleh kromium, sedangkan disfungsi dan kerusakan sel betanya diperbaiki oleh daya regenerasi jeli gamat yang luar biasa. Kandungan kolagen yang sangat tinggi disertai nutrien dan mineral lain dapat disuplai dengan sangat baik oleh jeli gamat untuk keperluan regenerasi sel beta. Apa buktinya ? Banyak !! Dari pengalaman terhadap para pasien, yang mulanya di rawat kombinasi OAD dan jeli gamat terbukti bahwa perlahan-lahan mereka mulai diturunkan dosis OAD yang digunakan bahkan beberapa pasien sukses hanya dengan menggunakan jeli gamat saja. Mereka tidak lagi menggunakan OAD. Apa dasar ilmiahnya ? Ada ! Menurut penelitian UKPDS, saat pertama kali seseorang didiagnosa sebagai diabetes, mereka telah kehilangan 50% fungsi sel beta. Ini terus berlanjut hingga 10 tahun kemudian, dalam masa penelitian. Artinya, kadar insulin mereka juga akan terus menurun dan makin tidak responsif terhadap pengobatan. Artinya, mereka harus menggunakan dosis obat lebih besar lagi atau menggunakan kombinasi 2 atau lebih jenis obat dan akhirnya harus menggunakan insulin. Tapi ini tidak terjadi pada pasien yang menggunakan jeli gamat dalam pengawasan saya. Mereka justru makin berhasil diturunkan dosis OADnya.
Jadi, bagi saya, diabetes dengan jeli gamat adalah suatu hal yang mutlak. Tidak ada keraguan soal efektivitasnya.

Demikian Pokok Pikiran dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tuhan memberkati.

Royke E. Burhan

sendi

Jumlah posting : 772
Points : 2191
Reputation : 7
Registration date : 15.02.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik